barisan DCP_WATERMARKTOKPED

APAR atau alat pemadam api ringan perlu mendapat pemeriksaan dan perawatan secara berkala untuk menjamin ketersediaannya saat dibutuhkan. Coba bayangkan bila kebakaran terjadi dan ternyata APAR yang akan dipergunakan menurun kemampuannya atau bahkan kehilangan fungsinya. Tentu saja hal tersebut akan sangat merugikan.

Untuk menghindari hal tersebut, lakukan pemeriksaan dan perawatan APAR secara rutin dengan cara berikut:

Membersihkan Tabung APAR Secara Rutin

dirty fire extinguisher

Tahap pertama dalam pemeriksaan dan perawatan APAR adalah membersihkan tabung dan komponennya secara rutin. Bersihkan tabung dari debu dan kotoran untuk mencegah kotoran menumpuk dan mengakibatkan terjadinya karat. Tabung dapat dibersihkan menggunakan lap yang lembab kemudian dikeringkan dengan lap kering.

Apabila Anda menemukan karat, bersihkan dengan alat pembersih karat khusus untuk mencegah karat meluas dan membuat tabung keropos.

Pemeriksaan Kondisi Fisik Tabung dan Komponen APAR

dirty fire extinguisher

Setelah dibersihkan, tahap pemeriksaan dan perawatan APAR selanjutnya adalah memeriksa kondisi fisik tabung serta komponennya. Pemeriksaan ini meliputi:

  • Pemeriksaan tabung APAR untuk memastikan tidak ada karat yang mengganggu
  • Pemeriksaan bagian leher tabung untuk memastikan tidak ada kebocoran.
  • Pemeriksaan jarum tekanan. Pastikan tekanan pada tabung berada pada posisi antara 15-20 bar untuk penyemprotan yang maksimal (berlaku untuk tabung tipe stored pressure). Bila tekanan berada dibawah angka tersebut, maka bisa jadi tabung mengalami kebocoran dan perlu mendapatkan pemeriksaan lebih rinci.
  • Pemeriksaan kondisi fisik elemen APAR seperti nozzle, tuas trigger serta penguncinya, dan selang semprot. Apakah tuas trigger dalam kondisi baik dan tidak patah? Pastikan pengunci tuas trigger terpasang dengan sempurna untuk mencegah tertekannya tuas secara tidak sengaja.

Apakah nozzle dalam keadaan bersih dan tidak tersumbat kotoran? Bagaimana dengan selang semprotnya? Pastikan tidak ada retakan atau robek pada seleng tersebut. Kerusakan pada elemen-elemen tersebut akan membuat proses penyemprotan nantinya berjalan tidak efektif.

Penyimpanan Tabung dengan Tepat

rambu akrilik

Tahap pemeriksaan dan perawatan alat pemadam api ringan tidak boleh melupakan cara penyimpanan tabung. Ikuti ketentuan penyimpanan tabung APAR berikut:

  • APAR wajib diletakkan di tempat yang mudah dilihat, dicapai, dan diambil, serta dilengkapi dengan tanda pemasangan.
  • Tanda pemasangan dipasang tepat di atas APAR setinggi 125 cm dari lantai sehingga mudah terlihat.
  • Pemasangan tabung APAR sebaiknya diposisikan dengan ketinggian tertentu untuk memudahkan pengambilan. Bagian paling atas APAR sebaiknya berada pada ketinggian 120 cm dari lantai. Untuk tabung APAR tipe dry chemical dan CO2 dapat diletakkan lebih rendah dengan ketentuan khusus yaitu jarak dasar APAR dengan lantai tidak kurang dari 15 cm.
  • APAR sebaiknya digantung di dinding dengan konstruksi yang kokoh tanpa dikunci atau diikat mati, karena hal tersebut justru akan mempersulit pengambilan tabung saat dibutuhkan nanti.
  • Memperhatikan suhu. Tabung APAR sebaiknya tidak disimpan di daerah dengan suhu yang sangat panas (lebih dari 4900 C) atau sangat dingin (mencapai -4400 C). Kondisi yang sangat panas atau sangat dingin membuat APAR tidak dapat berfungsi dengan maksimal.
  • APAR yang diletakkan di tempat terbuka harus diberi tutup pengaman seperti kanopi.
  • Hindarkan dari sinar matahari langsung dan terpaan air hujan. Tabung yang terpapar sinar matahari dan air hujan akan mudah keropos sehingga bocor.
  • Tabung APAR sebaiknya berwarna merah sehingga lebih mudah ditemukan.

Pemeriksaan Bracket dan Roda Troli

Bracket tempat menggantung APAR harus terpasang dengan kuat dan sempurna. Bracket yang longgar berisiko membuat tabung APAR jatuh dan rusak.

Apakah APAR yang Anda miliki mempergunakan troli? Jika ya, cek kondisi roda troli untuk memastikan roda dapat berputar dengan sempurna dan tidak ada masalah. Roda troli yang jarang dipergunakan berisiko untuk mengalami kemacetan yang umumnya disebabkan oleh karat. Bersihkan karat yang ada dan berikan minyak pelumas agar roda dapat berputar dengan lancar.

Melakukan Pengisian Ulang Sesuai Jadwal

Pemeriksaan dan perawatan APAR juga perlu memperhatikan tanggal kadaluarsa masing-masing. Anda dapat mengecek waktu kadaluarsa pada yang tertera pada label di tabung atau kartu informasi yang ada. Bila sudah mendekati waktunya, segera isi ulang tabung tersebut walaupun belum pernah dipergunakan. Material isi tabung yang sudah kadaluarsa tidak akan berfungsi dengan optimal atau bahkan tidak berfungsi sama sekali, dan hal ini akan merugikan Anda.

Waktu pengisian atau isi ulang APAR berbeda-beda, tergantung dari jenis material pengisinya.

  • APAR dengan bahan kimia harus diisi ulang 1 tahun sekali
  • APAR dengan jenis cairan busa yang dicampur lebih dahulu harus diisi ulang 2 tahun sekali
  • APAR dengan isi gas hydrocarbon harus diisi ulang setiap 3 tahun sekali
  • APAR tipe lainnya harus diisi ulang paling lama setiap 5 tahun sekali.

Sebelum dilakukan pengisian ulang, APAR harus dicek terlebih dahulu. Tindakan pengecekan ini dilakukan dengan cara isi tabung dikosongkan secara normal, lalu katup kepala tabung dibuka kemudian dilakukan pemeriksaan.

Catatan dalam hal pemeriksaan dan perawatan alat pemadam api ringan disini, khususnya yang berkaitan dengan isi ulang adalah tipe/jenis material pemadam. Pastikan untuk mengisi ulang tabung APAR sesuai dengan jenis material pemadamnya, jangan menggantinya dengan material lain.

Selain itu, isi ulang juga perlu dilakukan setiap kali tabung APAR dipergunakan, walaupun hanya dipergunakan sedikit. Hal ini sangat penting untuk menjaga performa APAR bila akan dipergunakan lagi di lain hari.

Mengocok Tabung

Apabila Anda menggunakan tabung APAR dengan materi dry chemical, lakukan pengocokan tabung secara berkala. Pengocokan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya pengerasan. Untuk tipe ini, pengocokan dilakukan setiap satu bulan sekali. Untuk jenis tabung yang lain, pengocokan dilakukan untuk mencegah terjadinya pembekuan pada cairan tabung.

Tabung dikocok secara perlahan dengan cara satu tangan memegang bagian atas tabung dan tangan satunya lagi memegang bagian bawah tabung. Tabung kemudian dibolak-balik perlahan sebanyak 3-5 kali.

Membuat Kartu Check List Perawatan Berkala (Bulanan dan Tahunan)

check extinguisher

Pembuatan kartu check list perawatan berkala bulanan dan tahunan diperlukan sebagai cara mengontrol apakah pemeriksaan sudah dilakukan atau belum. Kartu perawatan ini dapat digantung pada bracket atau pada tabung APAR itu sendiri.

Seberapa sering pemeriksaan ini perlu dilakukan? Tahap pemeriksaan dan perawatan alat pemadam api ringan dapat dilakukan setiap 1 atau 2 bulan sekali. Dalam kondisi tertentu, pemeriksaan lebih rinci dan detail perlu dilakukan oleh para professional, salah satunya adalah pemeriksaan hydrostatic testing yang dilakukan setelah 5 atau 12 tahun, sesuai dengan tipenya. Namun untuk pemeriksaan visual dapat dilakukan setidaknya 1 bulan sekali.

Mudah bukan! Pemeriksaan dan perawatan alat pemadam api ringan yang dilakukan secara teratur tidak memakan waktu lama. Dengan begini, APAR tersebut selalu berada dalam kondisi siap pakai kapan saja untuk keamanan Anda pastinya. Kunjungi toko online kami untuk beli alat pemadam atau alat safety lainnya!

Join our newsletter

Volutpat vel turpis nulla lorem sed semper. Aliquam sagittis sem libero viverra vehicula nullam ut nisl.

[contact-form-7 id=”210″ /]

Leave A Comment